Beberapa Alasan Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions

Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions

Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions

Langkah Barcelona dalam pentas paling bergengsi Eropa, Liga Champions harus terhenti sebab mereka baru saja menelan kekalahan atas AS Roma 3-0 kemarin. Laju Barcelona tidak semulus seperti di La Liga yang mereka lakoni di musim ini. Barcelona sangat perkasa di pentas domestik namun tidak kali ini di Liga Champions. Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions

AS Roma bermain sangat mukau, mereka mampu membalikkan keadaan. AS Roma sebenarnya tidak diunggulkan untuk mengalahkan Barcelona, namun mereka membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam dunia sepakbola.

Lionel Messi tidak mampu menetak gol, Gerrar Pique sering kali kalah berduel saat berhadapan dengan Edin Dzeko. Marc-Andre Ter Stegen pun tidak tampil prima. BArcelona pun -harus rela kalah 3-0 atas AS Roma dan harus mengubur mimpi meraka melaju ke babak semi final Liga Champions musim 2017/2018.

Agen Judi Live Casino Sportbook Indonesia Terbesar Terpercaya

Ada beberapa alasan mengapa Barcelona gagal melangkah ke babak selanjutnya di musim 2017/2018 ini, mari kita bahas beberapa diantaranya.
  • Mulai Dari Kepergian Neymar
    Barcelona boleh saja mengklaim jika mereka tidak merasakan dampak masif dari kepindahan Neymar ke PSG. Hal ini juga ditunjang dengan sukses di kancah domestik. Bahkan Barcelona bisa mengklaim untuk dengan menjadikan Neymar sebagai pemain termahal di dunia.Tetapi, dampak kepindahan Neymar baru terasa saat bermain di Liga Champions. Musim lalu saat Barcelona harus melakukan aksi comeback melawan PSG, Neymar datang sebagai penyelamat. Disaat Lionel Messi sedang buntu. Neymar mampu menjalankan perannya dengan baik bersama Barcelona.
  • Transfer Musim Panas Yang Buruk
    Barcelona memiliki modal sebesar 220 juta euro di bursa transfer musim panas 2017/2018. Dana yang cukup besar bagi Ernesto Valverde yang bisa digunakan untuk mendapatkan pemain yang benar-benar dia incar untuk membua skuatnya semakin kuat. Namun Marco Veratti, Philippe  Coutinho dan Ander Herera dan Angel Di Maria gagal didatangkan pada awal musim.

    Praktis transfer sukses Barcelona hanya ada pada sosok Paulinho yang belakangan penampilannya munai menurun. Ousmane Dembele lebih sering terkena cedera. Nelson Semedo belum mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Bahkan Deulofeu hanya bertahan setengah musim saja. Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions
  • Pembelian Sia-Sia Di Bulan Januari
    Coutinho yang menjadi incaran sejak bulan Juni, malah Coutinho hadir di bulan Januari. Namun kedatangannya di tengah musim bukan perkara mudah bagi pemain untuk langsung bisa beradaptasi. Apalagi Coutinho juga sempat mengalami cedera.
    Lantas ini yang paling pelik, pemain hanya bisa bermain di level domestik. tidak ada nama Coutinho untuk Barcelona di Liga Champions.
    Nama lain yang didatangkan oleh Barcelona di bulan Januari yaitu Yerry Mina. Pemain asal Kolombia tersebut hanya sekali tampil di La Liga dan tidak sekalipun diturunkan di Liga Champions. Dan Mina dianggap sebagai pembelian yang sia-sia
  • Tidak Ada Rotasi Pemain
    Sebuah pilihan mengejutkan diambil oleh Valverde di kala memainkan Lionel Messi di laga ‘tidak penting’ melawan Leganes di pekan ke-31 La Liga. Barcelona sudah memimpin jauh di klasmen dan harusnya Messi dijaga agar bisa bermain lebih menekan di Liga Champions. Barcelona Gagal Melangkah Di Liga Champions

    Messi tampil penuh dan mencetak hattrick di laga melawan Leganes. Hasil yang bagus tapi hanya untuk di level domestik.

    Hal yang sama juga terjadi pada kasus Gerard Pique yang sempat mengalami cedera pada awal tahun. Tapi Valverde tetap memainkannya.

    Bandingkan dengan Real Madrid, pelatih Zinedine Zidane memiliki perhitungan yang jeli dalam merotasi pemain di La Liga dan Liga Champions. Dia tahu mana yang menjadi prioritas, dan Zidane berani tidak memainkan Cristiano Ronaldo di La Liga agar fit di Liga Champions.

  • ‘Lionel Messi adalah Barcelona Dan Barcelona Adalah Lionel Messi’
    Mungkin itulah yang tejradi pada musim 2017/2018. Lihat saja pada laga melawan Sevilla awal April ini. Barcelona tertinggal dua gol dari Sevilla, kemudian Messi datang dari bangku cadangan lalu mencetak satu gol dan satu assist. Barcelona selamat dari kekalahan.
    Begitu juga saat Barcelona menang 3-0 atas Leganes dari hattrick La Pulga akhir pekan lalu.
    Lalu apa yang terjadi di Stadion Olimpico? Messi mendapatkan pengawalan ekstra dari pemain Roma. Danielle De Rossi mendpat tugas khusus untuk menjaga Messi. Setelahnya masih ada kostas Manolas dan Federico Fazio. Tidak ada yang men-support Messi dengan maksimal.
  • Valverde Tidak Percaya Pada Pemain Cadangannya
    Ernesto Valverde seperti tidak memiliki rencana kedua di liga melawan Roma. Mantan pelatih Athletic Bilabao itu pasif saja saat melihat anak asuhnya berada di bawah tekanan Roma. Tidak ada inovasi taktik yang dilakukan.

    Bahkan tidak ada pergantian pemain yang dilakukan. Valverde baru melakukan pergantian pemain pada menit ke-81, dengan memasukkan Andrea Gomes. Lantas dia memasukkan Ousmane Dembele dan Paco Alcacer di menit ke-85 secara bersamaan. Kedua pemain itu masuk setelah skor 3-0 untuk keunggulan Roma. Dalam lima menit, apa yang bisa diharapkan dari mereka?
  • Lupa Dengan Sejarah
    Barcelona bukan tim kemarin sore di Liga Champions. Meraka memiliki segudang pengalaman, termasuk dengan pemain yang kini ada dalam skuad. Harusnya Barcelona bisa belajar dai pengalaman yang sudah didapat setidaknya, pengalaman pada musim lalu.
    Pengalaman saat Barelona kalah dengan skor 4-0 di markas PSG dan kemudian comeback dengan gagaj di Camp Nou. Barca mampu menang 6-1 atas PSG.

    Pengalaman tersebut seolah sirna begitu saja. Hilang bagai ditelan bumi. Barcelona seolah meremehkan AS Roma karena sudah merasa menang 4-1 di leg pertama. Mereka tidak menyiapkan diri dengan rencana comeback Roma di leg kedua yang digelar di Stadion Olimpico. Barca pun kalah dengan skor 3-0 dan harus tersingkir dari Liga Champions 2017/2018.
  • Penurunan Performa Pemain Kunci
    Paulinho seolah membuat Barcelona move on dari kepergian Neymar di awal musim. Pemain yang dibeli dari Guangzhou Evergrande tampil begitu memukau. Bahkan dia juga rajin mencetak gol kegawang lawan. Tapi tidak ada gol Paulinho Di Liga Champions.
    Sejak pergantian tahun, penampilan Paulinho mulai menurun. Kali terakhir pemain berusia 29 tahun tersebut menetak gol pada laga La Liga saat malwan Real Sociedad pada tanggal 15 Januari lalu. Selebihnya, Paulinho belum mencetak gol lagi untuk Barcelona.
    Bahkan Paulinho hanya duduk sebagai pemanis bangku cadangan pada saat malawan AS Roma.
    Tidak hanya Paulinho yang penampilannya menurun. Barca juga kehilangan Samuel Umtiti pemain asal Prancis tersebut tidak tampil sekuat pada awal musim, bahkan belakangan ini dia lebih sibuk terlibat gosip dan permintaan kenaikan gaji kepada pihak Barcelona.

Baca Juga Artikel Lainnya: