Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

Gelandang anyar Liverpool, Fabinho mengakui bahwa dirinya merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan Premier League. Ia menganggap bahwa atmosfer Premier League dengan Ligeu 1 tempat ia sebelumnya. Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

Fabinho memang menjadi salah satu pembelian terbaik Jurgen Klopp di musim ini. Ia termasuk dalam pembelian brilian Klopp termasuk Naby Keita, Alisson Becker dan Xherdan Shaqiri.

Adapun pemain berkebangsan Brasil ini memang belum mendapatkan kesempatan bermain di Premierl League bersama Liverpool. Ia kalah bersaing dari Naby Keita dan Georginio Wijnaldum.

Fabinho pun mengakui gaya bermain Liverpool jauh berbeda dengan Monaco, khususnya dalam formasi di lini tengah. Namun ia selalu berharap terbantu dengan bimbingan gelandang-gelandang lainnya. Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

“Saya sadar bahwa bersama Liverpool memiliki gaya bermain yang berbeda dengan Monaco. Dulu saya bermain dalam formasi dua gelandang sedangkan Liverpool biasanya menggunakan tiga gelandang,” ungkap Fabinho.

“Rekan gelandang saya sudah menyediakan bimbingan dan bantuan kepada saya. Juga para pemain betahan lainnya. Saya tahu merasa sudah beradaptasi dengan baik.”

“anda meminta bimbinngan dari pemain lain disektira anda dan sangat baik, dan saya merasa performa saya di pramusim cukup baik,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan adanya persamaan Liverpool dengan klubnya dahulu, tidak hanya perbedaan. Menurut Fabinho transisi Monaco sangat mirip dengan Liverpool khususnya saat berubah dari posisi menyerang ke posisi bertahan. Fabinho Akui Bahwa Diri Kurang Bisa Beradaptasi Dengan Premier League

“Meski sistem permainnya sedikit berbeda, juga beberapa kemampuan transisi yang mirip dengan Liverpool. syaa pikir kedua tim bisa dibandingkan dengan cara ini. Keduanya bisa melakukan transisi dengan cepat, dengan pemain-pemain cepat di depan.”

Lebih lanjut, Fabinho pun megakui gaya bermain di Premier League cukup berbeda dengan liga-liga lainnya, khususnya karena tuntutan kekuatan fisik yang tinggi.

“Premier League adalah liga yang sangat intens dan menuntut banyak kemampuan fiisk. Saya bisa melihat itu di beberapa laga uji coba melawan klub Inggris musim panas ini. Saya berharap bisa beradaptasi secepatnya, saya akan memberikan seluruh kemampuan saya,” tutup Fabinho.